• Tanggal: 16 September 2019

WAKIL WALIKOTA SUBULUSSALAM PIMPIN APEL OPERASI RAMADNIYA 2016 TINGKAT KOTA SUBULUSSALAM

Kategori : Berita Kota Kamis, 30 Juni 2016 - Oleh admkota

Laporan Jurnalis Pemko|Subulussalam
Subulussalamkota.go.id, Subulussalam-

Kamis (30/6) Aparat TNI, Polri, Satpol PP WH dan Linmas, Dinas Perhubungan Telematika dan Pariwisata, Anggota Pramuka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran serta Dinas Kesehatan Kota Subulussalam mengikuti apel gelar pasukan operasi Ramadniya 1437 H di lapangan Beringin Subulussalam.

Wakil Walikota Subulussalam Drs. Salmaza menyematkan pita tanda dimulainya operasi ramadniya 1437 H secara simbolis kepada 4 (empat)  personil dari unsur Polisi Militer, Polisi,  Satpol PP, WH dan Linmas, Dinas Perhubungan , Telematika dan Pariwisata Kota Subulussalam.
 
Drs. Salmaza selaku Inspektur Upacara membacakan amanat Kapolri.  Dalam amanatnya Kapolri sebutkan Sandi dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri yang selama ini dikenal dengan nama ketupat, pada tahun 2016 berubah menjadi RAMADNIYA yang merupakan singkatan dari Ramadhan dan Hari Raya. Yang mengandung arti harfiah suci, adil dan sempurna. Giat operasi berlangsung selama 16  hari mulai tanggal 30  Juni sd 15  Juli 2016.

Target operasi RAMADNIYA diantaranya sebagai berikut :
1. Terwujudnya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1437 H.
2. Terwujudnya keamanan dan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
3. Terjaminnya keamanan dan kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok.
4.Terwujudnya keamanan dalam aktivitas embarkasi dan debarkasi di pelabuhan/terminal, darat, laut, udara.
5. Terbangunnya kesiapsiagaan sistem tanggap darurat melalui koordinasi sinergitas lintas sektoral.
6. Termonitor dan terdatanya semua kejadian dengan tepat, cermat dan akurat sehingga dapat dijadikan anev demi perbaikan dimasa yang akan datang.

Kapolri Badrodin Haiti dalam amanatnya diantaranya menghimbau, pertama, Seluruh jajaran kepolisian untuk bersikap humanis dan tidak boleh arogan. Kedua, laksanakan tugas dengan penuh ketulusan dan keikhlasan serta semangat pengabdian terbaik, melalui tampilan sikap yang humanis serta menghindari sikap arogansi dan sewenang-wenang. Ketiga, meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian diri maupun satuan dalam menjalankan tugas sehingga mampu merespon secara cepat dan tepat setiap gangguan kamtibmas yang terjadi. Keempat, siapkan serta pelihara kondisi mental dan fisik untuk dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat kapanpun dan dimanapun. Kelima, sarana dan prasarana pendukung kelancaran operasi harus dipersiapkan dengan baik. Pergelaran personil harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas baik ditempat ibadah, tempat tinggal, jalur lalu lintas, tempat wisata maupun tempat lain. Keenam, lakukan tindakan proaktif dan antisipatif dengan melibatkan semua fungsi kepolisian dan stakeholders lainnya untuk menghadapi ancaman aksi teror, sabotase dan kejahatan berkadar ancaman tinggi serta cegah lakukan aksi sweeping oleh ormas yang tidak berwenang.   (ZA)