WALIKOTA SUBULUSSALAM PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TINGKAT KOTA SUBULUSSALAM TAHUN 2017

Kategori : Berita Kota Senin, 05 Juni 2017 - Oleh admkota

WALIKOTA SUBULUSSALAM PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TINGKAT KOTA SUBULUSSALAM TAHUN 2017

Laporan Jurnalis Pemko Subulussalam Kota Subulussalam-www.subulussalamkota.go.id, Subulussalam

Senin (5/6) Jajaran Pemerintah Kota Subulussalam, TNI dan Polri melakukan upacara peringatan hari lahir Pancasila tahun 2017 Tingkat Kota Subulussalam yang diselenggarakan di halaman Kantor Walikota Subulussalam. Petugas dalam upacara tersebut adalah Walikota Subulussalam H. Merah Sakti, SH sebagai Inspektur Upacara, Dansub Brimob Kota Subulussalam Iptu Nurudin sebagai Perwira Upacara, Kepala Polsek Penanggalan Iptu Arifin sebagai Komandan Upacara, Risdawati sebagai Pembaca Ayat Suci Al quran, Kepala BKSDM Kota Subulussalam H. Mustholik sebagai Pembaca Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Subulussalam Saiban Ghafar, S. Pd sebagai Pembaca UUD 1945 dan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Subulussalam H. Mansyur sebagai Pembaca Doa.

Walikota Subulussalam H. Merah Sakti selaku Inspektur Upacara membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia. Dalam sambutannnya Presiden Republik Indonesia Joko widodo menyampaikan, upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila untuk yang pertama kalinya dilakukan dalam upaya untuk meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945 adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita. Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah kebhinneka tunggal ika-an kita.

Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah Oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong. Menurutnya, kita perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri. Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan.

Presiden kita mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus kita lakukan. Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Tidak ada pilihan Iain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan Iain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. Tidak ada pilihan Iain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran. Tidak ada pilihan Iain kecuali kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional. Namun demikian, kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang AntiPancasila, Anti-UUD 1945, Anti-NKRI, Anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia. Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan Indonesia.

Usai membacakan Sambutan Presiden, Walikota Subulussalam H. Merah Sakti dihadapan peserta upacara, menegaskan kembali terkait komitemennya dalam berbangsa dan bernegara agar semua anak bangsa di Kota Subulussalam harus turut serta membangkitkan kembali nilai-nilai luhur pancasila dan kebhinekaan, menjaga toleransi, menjaga kerukunan hidup antar umat beragama khususnya di Kota Subulussalam untuk mewujudkan bangsa Indoensia yang aman dan damai dalam bingkai NKRI.

Turut hadir dalam upacara tesebut antara lain, Wakil Walikota Subulussalam Drs. Salmaza, MAP, Sekretaris Daerah Kota Subulussalam H. Damhuri, SP. MM, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Kota Subulussalam H. Mansyur, Para Asisten, staf Ahli, Kepala SKPK, Muspika, Dansub Denpom IM 2/3 dan Kepala Mukim Kombih H. Aso Bancin,