BERBURU TA’JIL MENJELANG BUKA PUASA DI KOTA SUBULUSSALAM

Kategori : Berita Kota Selasa, 06 Juni 2017 - Oleh admkota

BERBURU TA’JIL MENJELANG BUKA PUASA DI KOTA SUBULUSSALAM

Laporan Jurnalis Media Center Diskominfo Kota Subulussalam-Aceh

Selasa (6/6) Berbuka puasa merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin di Dunia umumnya dan di Kota Subulusalam khususnya. Setelah menahan lapar dan dahaga seharian penuh, berpuasa akan diakhiri dengan kegiatan acara berbuka puasa. Untuk melengkapi menu berbuka puasa agar terasa lebih nikmat, tidak jarang para warga melakukan pemburuan ta’jil. Perburuan ta’jil, biasanya dilakukan pada sore dengan berkeliling kota menyusuri setiap lapak-lapak pedagang yang menjamur secara musiman, di pinggir jalan protokol Kota Subulussalam.

Tradisi berburu Ta’jil ini keberadaannya sudah ada sejak lama di daerah yang lebih dikenal dengan sebutan “ Bumi Syekh Hamzah Fansyuri “. Kota Subulussalam yang lahir berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun terlahir dari kabupaten induknya Aceh Singkil ini memiliki produk unggulannya yaitu perkebunan kelapa sawit. Sektor perkebunan merupakan unggulan daerah selain sawit ada juga karet, kokoa dan pinang. Masyarakat Kota Subulussalam yang heterogen dan multi etnis bisa hidup rukun dan damai. Keberagaman etnik, suku, bahasa dan agama di daerah ini menjadikan menu kuliner di pusat jajanan menjadi beraneka ragam dengan memiliki ciri khas masing-masing. Cita rasa ta’jil juga beragam yang bisa menggugah selera. Tidak sulit menemukan makanan untuk berbuka seperti risol, kue lapis, buah malaka, rujak Aceh, pecel lele, tahu sumedang, ombus-ombus, syirup pala, air kelapa muda serta beragam aneka olahan makanan dan minuman lainnya.

Dalam menjajakan makanan para pedagang bersaing memberikan layanan yang terbaik bagi pelanggan. Menurut salah seorang pedagang ta’jil, Upik menyebutkan persaingan menjual takjil cukup ketat dalam menarik minat pembeli. Untuk menang selain menjaga cita rasa barang dagangan juga harus kelihatan segar dan higienis. Selain menjaga aspek tersebut Upik juga memiliki trik tersendiri dalam menarik minat para pemburu takjil mampir di gelaran dagangnya. Untuk menjual ta’jil kami biasanya menyuruh yang rata-rata berparas lumayan cantik bang, selain itu mereka juga berpakaian rapi dan sopan sewaktu menyapa pelanggan sehingga akan tumbuh suasana keakraban, jadi pembeli bisa membeli banyak , pungkasnya.

Dari keseharian dalam masyarakat Subulussalam tergambar keharmonisan dalam kearifan lokal yang kental. Saling sapa menyelimuti keramahan warga Kota Subulussalam, suasana ramainya jalanan kota oleh pemburu ta’jil dan pedagang musiman menambah daya tarik tersendiri bagi kita untuk untuk berkeling kota menjelang berbuka.