TIM TERPADU PEMANTAUAN DISTRIBUSI, KEAMANAN, KEHALALAN PANGAN KOTA SUBULUSSALAM LAKUKAN PENINJAUAN DI PASAR TRADISIONAL DAN TOKO SWALAYAN

Kategori : Berita Kota Kamis, 15 Juni 2017 - Oleh admkota

TIM TERPADU PEMANTAUAN DISTRIBUSI, KEAMANAN, KEHALALAN PANGAN KOTA SUBULUSSALAM LAKUKAN PENINJAUAN DI PASAR TRADISIONAL DAN TOKO SWALAYAN

Laporan jurnalis Pemko Subulussalam 

www. subulussalamkota.go.id, Subulussaalam

Kamis (15/6) Tim Terpadu Pemantauan Distribusi, Keamanan, Kehalalan Pangan Kota Subulussalam yang melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Subulussalam, Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Dinas Ketahanan Pangan Kota Subulussalam, Dinas Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Peternakan Kota Subulussalam, Bagian Perekonomian Setdako Subulussalam, Camat Simpang Kiri, Camat Penanggalan, unsur TNI/polri dan Satpol PP Kota Subulussalam, RSUD Kota Subulussalam, Tim Laboraorium dan Farmasi Dinas Kesehatan Kota Subulussalam melakukan pemantauan terhadap bahan pangan sembako dan makanan secara langsung di dua tempat terpisah, tim satu yang dipimpin Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Subulussalam Rosman, SKM meninjau di pasar tradisional Subulussalam, tim dua yang dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Keistimewaan Aceh, Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Subulussalam H. Masri, SP meninjau swalayan dan grosir. Swalayan dan grosir yang dikunjugi tim dua adalah UD Saudara., Swalayan Sejahtera Penanggalan, Swalayan Indomaret, Swalayan Zahra Penanggalan, Swalayan.Habsah, UD. Raudhoh Sembako.

Menurut Ketua Tim Dua Pemantauan Asisten Bidang Keistimewaan Aceh, Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Subulussalam H. Masri, SP katakan, pemantauan yang kita lakukan ini dalam rangka melihat stok bahan pokok yang ada di swalayan dan pasar tradisional di bulan ramadhan. Bahan pangan ini saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kota Subulussalam seperti sembako, makanan, ikan dan lauk pauk lainnya .Disamping kita melihat ketersediaan bahan dimaksud, kita juga ingin melihat sembako dan pangan lain yang dibutuhkan itu tidak merugikan dan membahayakan masyarakat. Makanya kita akan melihat sejauh mana bahan itu apakah waktunya sudah kadaluarsa, atau mendekati kadaluarsa atau sudah rusak atau juga mengandung formalin atau zat lainnya yang merusak. Apabila penjual menyediakan bahan kebutuhaan pokok dan pangan yang bisa membahayakan orang lain maka pedagang yang bersangkutan diharapkan untuk tidak memperjualbelikannya kembali. Saat ini adalah tahap sosialisasi, apabila nanti pedagang yang bersangkutan masih juga memperjualbelikan barangnya yang dilarang maka Pemerintah Kota Subulussalam akan lakukan tindakan tegas, ujar H. Masri.

Sementara menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Subulussalam Rosman SKM, dari hasil temuan tim lab Dinas Kesehatan ditemukan adanya kurang bersih di sarana makanan, minuman grosiran seperti minyak makan yang tumpah di wadahnya tidak tertutup dengan baik, ditemukan makanan yang kadaluarsa serta kemasan yang rusak , ditemukan ada obat-obatan keras disarana makan dan minuman grosiran serta toko-toko kelontong. Setelah dilakukan uji terhadap beberapa sempel makanan seperti bakso, tahu, mie basah, ikan laut tongkol sisik, ikan asin, cincau yang diduga mengandung formalin, boraks atau rhodamin b serta metil yellow, sementara ikan laut tongkol sisik positif mengandung formalin.