KAMPONG KB LAE SOURAYA BELUKUR MAKMUR DIRESMIKAN WALIKOTA SUBULUSSALAM

Kategori : Berita Kota Jumat, 10 November 2017 - Oleh admkota

KAMPONG KB LAE SOURAYA BELUKUR MAKMUR DIRESMIKAN WALIKOTA SUBULUSSALAM

Reporter MC Kota Subulussalam-Aceh

Rundeng, Info Publik- Jajaran Pemerintah Kota Subulussalam bersama masyarakat menyaksikan peresmian Kampong KB Lae Souraya Belukur Makmur yang diresmikan oleh Walikota Subulussalam H. Merah Sakti, kamis (9/11).

Jajaran pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Wakil Walikota Subulussalam Drs. Salmaza, MAP, Ketua MPU Kota Subulussalam Drs. Azharudin, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Drs. Sahidal Kastri, M. Pd, Anggota DPRK Subulussalam Dapil Rundeng.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Kota Subulussalam Dr. Akmal Jawardi, Ketua PKK Kota Subulussalam Hj. Sartina NA, SE. M. Si, Para Kepala SKPK, Muspika Rundeng, Kepala Mukim dan Kepala Kampong dalam Kecamatan Rundeng, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Wanita dan elemen masyarakat lainnya.

Dalam laporannya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Kota Subulussalam Dr. Akmal Jawardi mengatakan bahwa penunjukan Belukur Makmur sebagai Kampong KB dalam Kecamatan Rundeng berdasarkan penilaian atas syarat dan kriteria tertentu. Kampung KB merupakan salah satu bentuk miniatur penerapan program KKBPK dan program pembangunan lintas sektor terkait demi mendorong percepatan pembangunan desa dimaksud.

Menurutnya, dasar pelaksanaan pencanangan kampung KB ini berdasarkan Keputusan Walikota Subulussalam Nomor 188.45/215/2017 tentang Penunjukan Desa Pencanangan Kampung KB Kota Subulussalam Tahun 2017, ada 5 desa yang akan melaksanakan pencanangan Kampung KB di lima kecamatan dalam wilayah Kota Subulussalam yaitu : Desa Belukur Makmur, Desa Suka Maju, Desa Sepang, Desa Subulussalam Timur, Desa Lae Ikan, ungkap dr. Akmal.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Drs. Sahidal Kastri, M.Pd menyampaikan ucapan terima kasih kepada Walikota Subulussalam yang telah mengundang dan membawa saya langsung ke tanah leluhur saya, Subulussalam. Pencanangan Kampung KB ini merupakan usaha kita bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat, ikhtiar kita menuju keluarga yang bahagia, pungkasnya.

Kalau kita dapat merencanakan dan mengatur jarak kelahiran, anak dan ibunyapun akan sehat serta ayah pun pasti senang. Mungkin ada yang bertanya apakah mengatur jarak kehamilan bertentangan dengan agama, tentu tidak, (seraya beliau membaca ayat-ayat Alquran yang berkenaan denggan soalan tersebut). Dan program Kampong KB ini agar diterapkan juga kearifan lokalnya sesuai dengan amanah Wakil Gubernur Aceh saat beliau dilantik. Misalnya menerapkan syariat islam dalam kehidupan sehari-hari disini, pintanya.

“ Sejak era Presiden Soeharto telah dilakukan upaya pengurangan angka kelahiran yang bertujuan utamanya adalah untuk mensejahterakan rakyat, “ ungkap Walikota Subulussalam H. Merah Sakti mengawali arahannya.

Dalam pencanangan Kampong KB harus melibatkan stakholder dan lintas sektoral bahkan melibat ibu-ibu PKK sehingga tujuan membangun keluarga yang mawaddah warohmah dan sejahtera bisa terwujud.

“ Program pembangunan harus terus berlajut bukan stop disini, siapapun pemimpinnya kedepan program yang pro rakyat harus terus berlanjut sehingga rakyat tidak dirugikan, “ tutur Walikota Subulussalam.