SUNGAI LAE SOURAYA MELUAP DESA ALIRAN SUNGAI BANJIR

Kategori : Berita Kota Minggu, 12 November 2017 - Oleh admkota

SUNGAI LAE SOURAYA MELUAP DESA ALIRAN SUNGAI BANJIR

Reporter MC Kota Subulussalam-Aceh

Subulussalam, Info Publik- Sepekan cuaca mendung dan intensitas turunnya hujan tinggi di Kota Subulussalam, akibatnya sungai terbesar dan terpanjang di Kota Subulussalam yang dikenal “ Lae Souraya “ meluap, mengakibatkan desa aliran sungai lae souraya yang terbentang dari Kecamatan Sultan Daulat, Kecamatan Rundeng hingga perbatasan Kabupaten Aceh Singkil yaitu Kecamatan Longkib. mengalami banjir, sabtu (11/11).

Camat Rundeng Irwan Faisal, SH katakan 16 Kampong dalam Kecamatan Rundeng yang terkena dampak banjir adalah Suak Jampak, Binanga, Siperkas, Tualang, Mandilam, Oboh, Sibuasan, Kuta Beringin, Sibungke, Panglima Sahman, Belukur Makmur, Lae Pemualan, Pasar Rundeng Muara Batu-batu, Lae Mate dan Dah.

Akses jalan darat tertutup air hingga tak bisa dilalui, akibatnya transportasi warga kembali melalui sungai dengan menggunakan robin atau boat.

Menurutnya, bantuan tanggap darurat telah diterima dari BPBD dan Dinas Sosial Kota Subulussalam pada hari sabtu pukul 16.00 Wib di Kantor Camat Rundeng. Bantuan logistik tersebut berupa beras, mie instant, gula, air mineral, kecap,sarde, dan saus .

Logistik yang diterimanya langsung dibagikan dan disebarkan ke titik lokasi yang terkena dampak banjir dengan dibantu TNI, Polri, BPBD, Tagana, Satpol PP, ormas kepemudaan dan lain-lain.

Ucapan terima kasih ia sampaikan kepada jajaran Muspika, Personil TNI, Polri, Dinas Sosial, BPBD, Tagana, ormas kepemudaan dan elemen masyarakat lainnya yang telah membantu meringankan beban masyarakat karena banjir, ungkapnya.

Untuk Kecamatan Longkib, Al Haris, SP katakan 3 desa aliran sungai Lae Souraya yang terkena banjir adalah Kampong Panji, Longkib dan Sepang. Sebagaimana di Kecamatan Rundeng, akses daratpun tidak bisa dilalui, masyarakat hanya bisa menggunakan akses sungai.

Al haris merasa prihatin akibat banjir yang dialami masyarakat aliran sungai, hal ini terjadi setiap tahun medio november-desember. Apabila di Kabupaten Aceh Tenggara juga hujan tak henti maka air kiriman dari sungai alas bisa memperparah banjir ini .

Perlu ada solusi dan perhatian Pemerintah Aceh juga pemerintah pusat agar kejadian ini tidak terus terulang, karena yang sangat dirugikan adalah rakyat, pintanya.

Menurutnya untuk bantuan tanggap darurat dari BPBD dan Dinas Sosial Kota Subulussalam untuk Kecamatan Longkib belum datang mungkin minggu hari minggu, berharap bisa segera diterima karena bisa membantu masyarakat yang terkena dampak, ujar Camat Longkib.

Menurut kedua Camat yang bisa dikonfirmasi, pihaknya akan terus memantau perkembangan air sungai karena cuaca mendung dan dimungkinkan intensitas hujan tinggi apalagi dikhawatirkan air kiriman dari sungai alas di Aceh Tenggara melimpah, ujar kedua Camat Rundeng dan Camat Longkib.