LAE ORAM TOLAK GABUNG DALAM WILAYAH PEMEKARAN KECAMATAN SUBULUSSALAM MAKMUR

Kategori : Berita Kota Minggu, 12 November 2017 - Oleh admkota

LAE ORAM TOLAK GABUNG DALAM WILAYAH PEMEKARAN KECAMATAN SUBULUSSALAM MAKMUR

Reporter MC Kota Subulussalam-Aceh

Makmur Jaya, Info Publik- Asradi Kepala Kampong Lae Oram menolak masuk dalam wilayah pemekaran Kecamatan Subulussalam Makmur, ia memilih tetap dalam Kecamatan Induk yaitu Kecamatan Simpang Kiri. Ia katakan dihadapan Walikota Subulussalam H. Merah Sakti pada saat observasi pemekaran Kecamatan Subulussalam Makmur yang berlangsung di Makmur Jaya, sabtu (11/11).

Menurut Asradi, penolakannya gabung dalam wilayah pemekaran Kecamatan Subulussalam Makmur karena Kecamatan Induk yaitu Kecamatan Simpang Kiri lebih dekat, pungkasnya.

Menanggapi penolakan tersebut, Walikota Subulussalam menghargai keputusan Lae Oram yang tidak masuk dalam wilayah Kecamatan Subulussalam Makmur. Diantara Kampong yang masuk dalam Kecamatan Pemekaran tersebut adalah Makmur Jaya, Mukti Makmur, Pasar Panjang, Suka Makmur.

Menurut Walikota Subulussalam, ada 3 kampong yang berminat masuk dalam wilayah pemekaran kecamatan ini yaitu Kampong Belegen Mulia, Kampong Tangga Besi dan Kampong Kuta Cepu. Mereka telah menyampaikan hal ini kepada kami, ucapnya.

Hal ini perlu juga dikaji oleh panitia pemekaran Kecamatan Subulussalam Makmur, apabila dimungkinkan pemekaran Kampong Makmur Jaya dan Mukti Makmur agar dilakukan. “ Pada prinsipnya Pemekaran Kecamatan Subulussalam Makmur sangat setuju, “ tutur Walikota.

Sebelumnya Ketua Pemekaran Kecamatan Subulussalam Makmur Ir. Suraji dan salah seorang tokoh masyarakat Fajri mengungkapan harapan yang besar atas terwujudnya pemekaran kecamatan ini. Animo masyarakat yang masuk dalam walayah kecamatan pemekaran sangat besar karena dampaknya sangat positif, tutur keduanya.

Dalam kesempatan itu juga, Camat Simpang Kiri Jhoni Arizal, S. STP. M. Si menegaskan aspirasi pemekaran Kecamatan Subulussalam Makmur telah berlangsung sejak 2012 pada saat periode pertama Walikota Subulussalam, pungkasnya.

Keinginan masyarakat kampong yang masuk dalam pemekaran Kecamatan Subulussalam Makmur telah lama memendam harapan dan cita-citanya bisa terwujud. Harapan itu tentunya bisa disetujui oleh Walikota Subulussalam, harapnya.

Turut hadir, Wakil Walikota Subulussalam Drs. Salmaza, MAP, Ketua Pengadilan Negeri Singkil Sayed Tarmizi, SH. MH, Pimpinan dan anggota DPRK Subulussalam Hj. Mariani Harahap, Fajri Munthe dan Dedi Bancin, Ketua TP PKK Kota Subulussalam Sartina NA, SE. M. Si, Sekretaris Daerah Kota Subulussalam H. Damhuri, SP. MM, Para Asisten, Kepala SKPK, Muspika Simpang Kiri, Mukim, Kepala Kampong , tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh wanita dan tokoh pemuda.