• Tanggal: 26 September 2018

Iskandar Perintis Usaha Anyaman Rotan Di Subulussalam

Kategori : Berita Kota Kamis, 05 April 2018 - Oleh admkota

Iskandar Perintis Usaha Anyaman Rotan Di Subulussalam

Reporter MC Kota Subulussalam-Aceh

Subulussalam, Info Publik-Iskandar, 35 Tahun, adalah seorang pengusaha lokal pelaku ekonomi kreatif yang fokus dalam mengembangkan bisnis rotan sejak 2012.

Ide awal yang menggerakkan inisiatifnya terjun ke dunia kerajinan rotan adalah melimpahnya bahan baku berupa potongan rotan di pajak atau pasar tradisional.

Daerah ini menyebutnya ” sembuling atau pangkat ” yang biasa dipergunakan kaum ibu untuk dikonsumsi sebagai lauk pauk.

Penduduk lokal menggemarinya untuk lalapan, bahkan disuatu kampong ada warung makan khas yang menyediakan menu tersebut.

Iskandar yang juga sebagai instruktur anyaman rotan, sambil minum kopi di warung Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Subulussalam ia katakan, ” bisa dibayangkan bahwa masyarakat Subulussalam rotan saja dimakan, ” pungkasnya sambil tertawa riang, kamis (5/4).

” Apabila potensi bahan baku yang melimpah ini diolah dan dimanfaatkan tentunya banyak manfaat kita rasakan, ” harapan Iskandar.

Ia menambahkan bahwa persoalan sosial seperti pengangguran, kemiskinan, kejahatan bisa teratasi jika memanfaatkan peluang usaha ekonomi kreatif, anyaman rotan salah satu contohnya.

Mengawali impiannya menjadikan rotan sebagai komoditi ekonomi kreatif di Kota Subulussalam, Iskandar mencari dukungan dari pemerintah setempat.

Di era periode pertama kepemimpinan Merah Sakti dan H. Affan Alfian (2009-2014) selaku Walikota dan Wakil Walikota Subulussalam saat itu memfasilitasi Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Subulussalam sebagai tempat pelatihan dan pengembangan sentra kerajinan anyaman rotan.

Perkembangan selanjutnya, usaha rotan semakin berkembang dengan adanya perhatian Merah Sakti dan Salmaza selaku Walikota dan Wakil Walikota Subulussalam periode kedua (2014-2019).

” Pemerintah menyediakan fasilitas tempat dan dana untuk pembinaan usaha kecil menengah anyaman rotan, ” ucap Iskandar.

Sebagai seorang instruktur anyaman rotan Iskandar memanfaatkan bantuan pemerintah dengan melatih warga untuk bisa menganyam produk kerajinan rotan.

Banyak warga yang telah mengikuti pelatihan dan diharapkan bisa menjadi penganyam rotan sebagai nilai tambah ekonomi keluarganya, ucap Iskandar.

Namun menurutnya hasil pelatihan belum bisa menghasilkan produk sesuai dengan permintaan pasar berupa kualitas barang yang belum memenuhi permintaan konsumen.

” Disinilah letak titik masalah agar produk anyaman rotan bisa bersaing menembus pasar lokal dan luar. ”

Seandainya kita mendatangkan alat-alat pendukung yang modern dan dukungan modal Insya Allah permintaan pasar bisa terpenuhi, ucap Iskandar.