Kejari Gelar Eksekusi Cambuk

Kategori : Berita Kota Jumat, 05 Oktober 2018 - Oleh admkota

Kejari Gelar Eksekusi Cambuk

Reporter MC Kota Subulussalam

Subulussalam, Info Publik-Kejari Subulussalam kembali gelar eksekusi cambuk pelanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 pasal 34 dilakukan dihadapan khalayak ramai bertempat di halaman Masjid Al Munawwaroh Subulussalam Selatan, jumat (5/10).

Dihadapan pejabat yang hadir dan masyarakat yang menyaksikan eksekusi, JPU Kejari Subulussalam Mhd. Hendra Damanik, SH. MH membacakan putusan pengadilan berdasarkan Surat perintah Tugas Kajari Subulussalam Nomor : print-100/N.1.32/Euh/10/2018 tangal 01 Oktober 2018 telah melaksaakan putusan Mahkamah Syariah Nomor 12/JN/2018/MS-Sk tanggal 10 September 2018.

Dengan putusan bersalah melakukan perbuatan jinayat melakukan jarimah zina dengan anak dan sengaja “ melakukan jarimah pelecehan seksual terhadap anak “ dalam perkara atas nama terdakwa Indra Sipayung Bin Bustari dengan menghukum terdakwa untuk menjalani pidana ‘uqubat hudud cambuk sebanyak 100 (seratus) kali ditambah dengan ‘uqubat ta’zir cambuk sebanyak 30 (tiga puluh) kali dikurangi masa penangkapan dan penahan terdakwa, demikian bunyi Berita Acara Pelaksanaan Putusan Pengadilan.

Salah seorang algojo yang dipandu tim kejaksaan, mencambuk terdakwa sebanyak 124 kali cambuk disaksikan Hakim Pengawas Nurani M. Siregar, Dokter Pemeriksa dr. Bukhari, JPU Mhd. Hendra Damanik, SH. MH dan Kepala Dinas Syariat Islam Kota Subulussalam H. Harmaini, S. Pdi. MM.

Antusias masyarakat menyaksikan eksekusi cambuk memadati halaman Masjid Al Munawwaroh. Tampak hadir pejabat pemko yakni Sekda Kota Subulussalam H. Damhuri, SP. MM, anggota DPRK Haris Muda Bancin, Kasdim 0118/Subulussalam Mayor Inf Ramdhan, Wakil Ketua MPU Kota Subulussalam Ust. Maksum LS, Dansub POM Kapten CPM Lutfi. C Adi, Danramil 01 Simpang Kiri Kapten Inf M. Musa.

Mengawali sambutan, Sekda Kota Subulussalam H. Damhuri, SP. MM mengingatkan semua yang hadir dan yang tidak hadir untuk bisa mengambil i’tibar atau pelajaran terkait peristiwa ini, sebutnya.

“ Perkuat hati dan keimanan kita “ ini kunci untuk menghindari maksiat. Zina itu dosa besar dan dimurkai Allah, ucap Sekda. Eksekusi dilakukan di tempat umum agar kita semua bisa mengambil pelajaran/’itibar dan hikmah bagi yang menyaksikan atau si terdakwa. “ Jadikanlah eksekusi ini yang terakhir di Kota Subulussalam, “ pintanya.

Semoga terdakwa ikhlas menerima eksekusi ini dan menjadi penghapus dosa, Allah mengampuninya dan bisa mengambil hikmahnya, sebut Sekda.

Wakil Ketua MPU Kota Subulussalam Ust. Maksum LS dalam taushiyahnya mengingatkan umat untuk tidak mendekati zina karena itu membawa keburukan. Eksekusi sebanyak 124 kali cambuk itu tidak sebanding dengan siksaan Allah di neraka kelak, sebutnya.

Siksaan di neraka itu tanpa berhenti, terus menerus hingga Allah mengampuninya. “ Siksanya sangat pedih, “ tegasnya.

Untuk itu mari kita bersihkan bumi Syaikh Hamzah Fansyuri dari kemaksiatan, dimulailah dari diri sendiri dan keluarga. Ingatlah akibat perbuatan kita yang salah maka bencana akan menimpa kita semua, “ jangan gara-gara seseorang atau kelompok orang daerah kita terkena bencana, “ sebagaimana terjadi bencana di beberapa daerah di Indonesia, “ sebutnya.