Masjid Assilmi Subulussalam Adakan Sholat Gerhana Bulan

Kategori : Berita Kota Sabtu, 28 Juli 2018 - Oleh admkota

Masjid Assilmi Subulussalam Adakan Sholat Gerhana Bulan

Reporter MC Kota Subulussalam

Subulussalam, Info Publik-Sekitar pukul 03.30 -04.00  Wib jamaah Masjid Assilmi Subulussalam melakukan sholat gerhana bulan dengan imam Muh. Ghufron dan Khotib Ust. Sabarudin, Sabtu (28/7).

Dua shaf jamaah kaum bapak memadati masjid begitupun kaum ibu nampak mengisi ruang yang.disediakan khusus untuk mereka.

" Bacaan ayat yang panjang di rokaat pertama dan kedua itu tak seberapa dibanding masa Rasulullah, " ucap Ust. Sabarudin dalam khutbahnya.

Peristiwa gerhana bulan masa Rasulullah sekali terjadi, dimanfaatkan oleh kaum quraisy kafir membuat fitnah kepada Rasul dengan menghubungkan kejadian-kejadian dan pandangan jahiliyahnya.

Rasulullah SAW langsung merespon fitnah mereka bahwa fenomena alam seperti ini bukti kekuasaan dan kehendak Allah . Kalau Allah berkehendak maka terjadilah sekehendak-Nya.

" Fenomena alam seperti ini kita umat islam semestinya harus takut dan khawatir akan terjadi kiamat," tegasnya. Paska gerhana tidak tahu apa yang akan terjadi, apalagi kalau dikaitkan dengan kiamat.

Diantara tanda kiamat adalah sering terjadinya gerhana. " Dalam setahun ini saja sudah terjadi lima kali terjadi gerhana. " Dan gerhana bulan adalah terlama sepanjang sejarah, " ujar.Ust. Sabar.

Kelima gerhana yakni pada 31 januari terjadi gerhana bulan total, 15 februari terjadi gerhana matahari sebagian (tidak terjadi di Indonesia), 13 juli terjadi gerhana matahari sebagian (tidak terjadi di Indonesia), 28 juli terjadi gerhana bulan total terlama diabad ini, dan nanti pada 11 Agustus terjadi gerhana matahari sebagian.

Apabila terjadi gerhana, Rasulullah mengingatkan kita agar berdoa kepada Allah, mohon ampun, sholat dan bersedekah.

Sebagaimana Rasulullah katakan yang artinya " Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda diantara bukti-bukti kekuasaan Allah. Keduanya tidaklah mengalami gerhana karena kematian seseorang atau hidupnya seseorang . Bila kamu sekalian melihat gerhana, maka berdoalah kepada Allah, mohon ampunlah, sholatlah dan bersedekahlah (Sahih Bukhari)

Menurutnya sangat disayangkan, sebagian umat islam melihat peristiwa gerhana malah hanya menonton kejadian bukan bersegera sholat, memperbanyak membaca istighfar, bersedekah.

Menurut H. Ismail K, salah seorang jamaah dan merupakan tokoh masyarakat Subulussalam mengungkapkan bahwa sholat gerhana bulan kaliini lama berdirinya karena tuntunan syariatnya dan juga imamnya seorang hafidz, bacaan suratnya panjang hampir-hampir tak kuat kaki berdiri.