Pemko Subulussalam Adakan Dzikir Akbar

Kategori : Berita Kota Kamis, 13 September 2018 - Oleh admkota

Pemko Subulussalam Adakan Dzikir Akbar

Reporter MC Kota Subulussalam

Subulussalam, Info Publik-Jajaran Pemko Subulussalam, Masyarakat dan kaum santri memadati masjid Agung Subulussalam dalam rangka mengikuti dzikir akbar dan taushiyah yang diadakan oleh Pemko Subulussalam dalam rangka memperingati hari jadi Subulussalam ke-56 Tahun 2018, kamis (13/9).

Dalam kata sambutannya Wakil Walikota Subulussalam Drs. Salmaza, MAP mengingatkan kepada ASN Pemko untuk menghidupkan syiar-syiar keagamaan termasuk menghadiri dzikir akbar ini, untuk sementara tinggalkan dulu kerjaan kantor, tegasnya.

Subulussalam sebagai daerah lintas dan berbatas dengan Sumut patutlah menghidupkan syiar keagamaan. Sangatlah miris apabila syiar keagamaan ini kita abaikan apalagi dilakukan oleh kalangan PNS, ucapnya.

Evaluasi dan introspeksi diri patut kita lakukan, jangan salahkan siapa-siapa ketika pihak lain berbuat kepada diri kita menyangkut akidah. “ Mari kita perbaiki diri kita sendiri sebelum memperbaiki orang lain, “ Wakil Walikota ingatkan.

Wakil Walikota juga mengingatkan kepada masyarakat Kota Subulussalam untuk menjaga persatuan dan kesatuan, jaga suasana yang aman dan damai untuk menghadapi pesta demokrasi pemilu legislatif dan pemilu Presiden/Wapres mendatang. “ Hindari perselisihan dan abaikan provokasi melalui medsos atau lainnya. “, sebut Salmaza.

Menurutnya apabila daerah kita aman dan damai maka proses pembangunan akan berjalan lancar. Jangan karena beda pilihan kita bersengketa, dipastikan pemilih hari ini sudah cerdas untuk memilih pemimpin yang terbaik, tutur Wakil Walikota.

Disela-sela bacaan dzikir yang dipimpin oleh Ust. Qaharuddin Kombih. Lantunan ayat-ayat Allah yang terbalut dalam dzikir menggema di Masjid Agung Subulussalam, Ust. Sabarudin menyampaikan taushiyahnya

“ Mengapa kita berdzikir ? “ tanya Ust. Sabarudin mengawali tausiyahnya. Berdzikir adalah untuk menghidupkan hati yang mati. Perbedaan orang yang suka berdzikir dengan orang yang tidak suka berdzikir itu bagai orang yang hidup dan orang yang mati, sebutnya.

Bisa kita maknai bahwa orang yang berdzikir itu hidupnya penuh dengan semangat tidak akan terpengaruh oleh situasi apapun yang menimpa dirinya, namun orang yang tidak suka berdzikir maka hatinya akan mati. Kalau hati sudah mati maka akan berbahaya bagi dirinya.

“ Mengapa ikan laut tidak asin ? “, tanya Ust. Sabar. Ikan laut hidupnya di laut jawabnya. Maka tidak asin karena laut adalah habitatnya dan tidak akan terpengaruh dengan suasana atau kondisi air laut. “ Inilah bedanya orang berdzikir, “ ucap Ust. Sabar.

Ia juga menyebutkan kalau hati itu bisa berkarat seperti besi yang kena air akan berkarat. Untuk mengobati hati yang berkarat maka harus perbanyak baca Al quran dan dzikir kepada Allah untuk mengingat kematian.

Membiasakan baca Al quran dan berdzikir akan mempengaruhi seseorang dalam menjalani hidupnya. “ Hidupnya akan tenang dan damai walau berbagai persoalan sedang dihadapinya. Bahkan dengan berdzikir akan menolak bala, ungkapnya.

Istighotsah atau memohon pertolongan kepada Allah salah satunya acara dzikir akbar ini bisa menolak bala. Patut kita bersyukur bahwa nama daerah kita “ Subulussalam “ . Maknanya yang indah yakni jalan yang penuh keselamatan.

Apabila kita mengingat peristiwa yang pernah kita lalui seperti bencana tsunami, gempa Singkil/Nias atau pada saat konflik kondisi daerah kita tidak seperti terjadi didaerah lain bahkan pada saat gejolak politikpun suasananya bisa cepat mencair. 

Inilah yang patut kita syukuri dengan suasana saat ini yang aman dan damai, “ Jaga persatuan dan kesatuan kita, jangan nanti kita dipecah belah oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab, “ pinta Ust. Sabar.

Tanda syukur dengan suasana seperti ini haruslah kita menghidupkan suasana keagamaan sebagaimana dinyatakan dalam Al quran yang artinya “ Kalaulah penduduk bumi beriman maka akan dibukakan keberkahan dari langit dan dari dalam bumi “ dan menjaga persatuan kesatuan kita , pesannya.

Terkait berkurangnya masyarakat menghadiri ta’lim atau pengajian, Ust. Sabar berpendapat dimungkinkan karena lebih praktis mendengarkan taushiyah-taushiyah ustadz-ustadz kondang yang bisa didapat dari media sosial saat ini.

Ia juga mengingatkan “ Ilmu bisa didapat namun keberkahan tidak akan didapatnya, ilmu yang didapat langsung dari guru maka dapat keberkahan “ ingatnya.

Menurutnya apabila seseorang mencari ilmu dengan susah maka ia akan mengamalkan ilmunya dengan mudah, namun apabila mendapatkan ilmunya dengan mudah maka akan sulit mengamalkannya, tutur Ust. Sabar.

Turut hadir, Dandim 0118/Subulussalam, Ketua MPU Kota Subulussalam, Pimpinan DPRK Subulussalam, Sekda Kota Subulussalam, Perwakilan Kejari Kota Subulussalam, Perwakilan Polres Aceh Singkil, Asisten, Kepala SKPK.

Pimpinan Lembaga Keistimewaan, Pimpinan Instansi Vertikal, Camat, Perwakilan Perbankan dan Ketua Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Subulussalam, Tokoh Masyarakat dan pimpinan dayah se Kota Subulussalam.