• Tanggal: 26 September 2018

Walikota Buka Pertemuan Sosialisasi Dan Advokasi Pemberian Obat Pencegah Massal (POPM) Filariasis

Kategori : Berita Kota Rabu, 12 September 2018 - Oleh admkota

Walikota Buka Pertemuan Sosialisasi Dan Advokasi Pemberian Obat Pencegah Massal (POPM) Filariasis

Reporter MC Kota Subulussalam

Subulussalam, Info Publik-sejumlah pejabat dari Jajaran Dinas kesehatan Kota Subulussalam dan Muspika se-Kota Subulussalam mengikuti pertemuan sosialisasi dan advokasi pemberian obat massal (POPM) Filariasis Tahun 2018 se-Kota Subulussalam yang dibuka oleh Walikota Subulussalam diwakili Asisten Pemerintahan Drs. M. Yakub MS, bertempat di Simeulue Room Hermes One Hotel Subulussalam, rabu (12/9).

Dalam laporannya, Sekretaris Dinas Kesehatan Rosman, SKM mengatakan bahwa penyakit kaki gajah atau filariasis telah menjadi sorotan karena dari tahun ke tahun terjadi peningkatan. Filariasis adalah penyakit menular apabila tidak dicegah akan berbahaya dan apabila menimpa seseorang akan terjadi pembekakan permanen juga menjadi beban orang lain, ucapnya.

Tindakan terhadap bahaya penyakit ini, Dinkes Kota Subulussalam melakukan rangkaian kegiatan yakni ; peningkatan SDM bagi petugas puskesmas, sosialisasi dan advokasi pemberian obat massal, sosialisasi Tingkat Kecamatan, pelatihan kader, pelaksanaan pemberian obat, sweeping bagi yang belum mendapatkan obat, monitoring/evaluasi, dan pelaporan, sebut Rosman.

Ia juga menyebutkan program ini telah memasuki tahun keempat, setiap tahun sekali kita adakan dan ditahun 2019 merupakan tahun terakhir dan akan dievaluasi hasilnya, ungkapnya.

Asisten Pemerintahan Drs .M. Yakub mewakili Walikota mengatakan permohonan maaf dari pimpinan karena bertepatan diwaktu yang sama ada kegiatan lain. Kalau dalam bahasa daerah kita penyakit kaki gajah itu istilahnya “ runtuten “, ucapnya.

Sebagai penyakit menular tentunya pemerintah daerah khususnya Dinas kesehatan harus bisa memantau dan melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit menular ini, tegasnya.

“Upaya yang dilakukan Dinkes harus bisa terwujud, “ tegasnya. Ada tiga pelayanan dasar kita yang sedang upayakan yakni pemberdayaan ekonomi, peningkatan mutu pendidikan dan terwujudnya masyarakat yang sehat.

Petugas kesehatan yang ditunjuk harus selalu siap  dan melakukan tindakan yang tepat terhadap masyarakat. “ Gencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar paham arti kesehatan “, karena masih ada diantara masyarakat kita yang masih kurang peduli dengan kesehatan, tuturnya.

Turut hadir Dandim 0118/Subulussalam Letkol Inf. Winarko, Wakapolres Aceh Singkil  Kompol Sutan Siregar, Kepala Subbag Pembinaan Kejari Kota Subulussalam Yusril Ardi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Subulusssalam Hj. Cut Adawiyah, dr. Imam dan Kamal Hasan Narasumber dari Dinkes Provinsi Aceh.