DP3AKB Gelar Penyuluhan KKBPK

Kategori : Berita Kota Kamis, 03 Oktober 2019 - Oleh admkota

DP3AKB Gelar Penyuluhan KKBPK

Reporter MC Kota Subulussalam

Penanggalan Timur, Info Publik – Para Kepala Kampong mengikuti kegiatan Penyuluhan Program Kependudukan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK ) yang digelar DP3AKB Kota Subulussalam, bertempat di Lapangan Teladan H. Makmur Syahputra Penanggalan Timur, rabu (2/10).

Kegiatan yang dilaksanakan usai peresmian TMMD Reguler 106 Kodim 0118/Subulussalam Nurul Akmal, SE. MM Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Kota Subulussalam menyebutkan bahwa kegiatan ini bagian dari kerjasama dinas dengan Kodim 0118/Subulussalam, pungkasnya.

Nurul Akmal menjelaskan bahwa program KKBPK ini harus disosialisasikan karena rendahnya pengetahuan tentang kependudukan, sebutnya.

Kependudukan belum menjadi bagian integral dari kebijakan pembangunan nasional, demikian juga di daerah, optimalisasi, harmonisasi, sinkronisasi kebijakan kependudukan dengan sektor pembangunan di semua tingkatan belum terwujud.

Kegiatan ini digelar dalam upaya untuk meningkatkan komitmen pemangku kebijakan khususnya di desa melalui kearifan lokal dengan melibatkannya sebagai mitra kerja , tegas Nurul.

Narasumber dari Perwakilan BKKBN Aceh dr. M. Jabari, M.Si menjelaskan sekelumit tentang Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN ).

Menurutnya, pertumbuhan penduduk dan populasi di China, India, Amerika dan Indonesia sangat pesat. Bagi negeri China dan USA tidak begitu berdampak karena pertumbuhannya diikuti dengan peningkatan SDM yang tinggi.

Sementara India dan Indonesia pertumbuhannya tidak dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusia, inilah problem kita, pungkasnya.

 

( Foto : Ketua TP PKK Hj. Mariani didampingi Kepala DP3AKB Nurul Akmal bersama Ibu-ibu Persit melihat antusias para akseptor KB )

Dalam kesempatan itu juga dr. M. Jabari memaparkan seputar kesehatan dan reproduksi. Lebih lanjut ia mengingatkan sebaiknya perempuan menikah diatas usia 21 tahun karena usia dibawah 21 tahun organ reproduksinya belum berkembang, sebutnya.

Termasuk kontrol dan pengendalian emosionalnya juga masih labil sehingga rawan perceraian. Kasus tertinggi di Aceh adalah motif penelantaran keluarga akibat faktor ekonomi. 

Ia juga menyebutan setiap perempuan melahirkan menghabiskan atau mengeluarkan darah 500 cc jika kondisi kesehatannya atau usia dini melahirkan maka sangat beresiko bagi perempuan dan anak yang dikandungannya. Oleh karena itu program KB sangatlah tepat, KB bukan membatasi anak tetapi menjaga jaraknya kelahiran, pungkasnya. 

Dandim 0118/Subulussalam Letkol Inf. Winarko, S. Ag. M. Tr(han) dalam paparannya memfokuskan pada pentingnya menjaga jarak kelahiran bagi si ibu dan anak yang dikandungannya.

Menyusui 2 tahun penuh adalah tuntunan agama Islam, panjang lebar menceritakan pengalaman hidupnya sebagai prajurit yang sering meninggalkan keluarganya karena bertugas, anjuran ber- KB kepada seluruh masyarakat dan anggota TNI agar ibu sehat anakpun yang dilahirkan sehat dan selamat mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya. 

Dandim menegaskan bahwa TNI mendukung sepenuhnya program KKBPK agar program pemerintah ini terlaksana dengan baik. Ada personil TNI di desa yakni para babinsa, silahkan para keuchik mengajak mereka untuk membantu dan melibatkannya dalam semua program di desa agar tercapainya pembangunan di desa, “ Manfaatkan Babinsa kita, “ harap Dandim. 

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong Kota Subulussalam Saman Sinaga, SH menyambut antusias program KKBPK. Program ini sangat baik untuk kemajuan desa, pungkasnya.

 

( Foto : Kepala DP3AKB Nurul Akmal bersama tim )

Apabila administrasi dan data di desa sudah baik maka dalam perencanaan programpun akan baik pula. “ Diharapkan agar program KKBPK disusulkan dalam Musrenbang Desa, “ pinta Sahman.

Ia juga meminta kader KB atau PPKBD diperhatikan agar mendapat honor dari dana desa sebagaimana kader PKK, kader Posyandu dan kader KB, pintanya.

Pantauan kami, selain kegiatan sosialisasi KKBPK digelar juga pelayanan pemasangan gratis kontrasepsi seperti IUD, implant, suntik, menurut petugas ada sekitar 55 pasien yang mendapatkan layanan tersebut.