Pemko Dan EF Gelar Workshop T4T-SA

Kategori : Berita Kota Kamis, 26 September 2019 - Oleh admkota

Pemko Dan EF Gelar Workshop T4T-SA

Reporter MC Kota Subulussalam

Subulussalam, Info Publik- Pemko Subulussalam dan Earthworm Foundation (EF) gelar Workshop Sustainability And Tools For Transformation-Self Assesment (T4T-SA) bertempat di Aula Bappeda Kota Subulussalam, rabu (25/9).

Workshop yang dibuka Walikota Subulussalam H. Affan Alfian diikuti peserta dari empat perusahaan kelapa sawit dan enam belas perusahaan kebun kelapa sawit yang ada di Kota Subulussalam.

Diantara perusahaan yang ikutserta yakni PT. Bangun Sempurna Lestari, , PT. Global Sawit Semesta , PT. Samudera Sawit Nabati, PT. Bumi Daya Abadi Agrotamas, PT. Bumi daya Agrotamas, PT. laot Bangko, PT. Asdal Prima Lestari, PT. Rundeng Nusantara, PT. Mitra Sejati Sejahtera Bersama, PT. Bumi Daya Abadi.

Indra mewakili penyelenggara menyampaikan kepada reporter IP bahwa sejak 2010 berbagai organisasi non pemerintah atau LSM telah mengkampanyekan produk minyak kelapa sawit ke seluruh dunia. Klaim mereka menyebutkan bahwa produk minyak kelapa sawitlah yang menyebabkan masalah lingkungan, sosal, ekonomi ditingkat lokal dan global.

LSM ini telah mendesak banyak merek dagang (brands) yang menggunakan bahan minyak kelapa sawit untuk berkomitmen dalam mengurangi dampak negatif seperti kehilangan hutan tropis, perusakan lahan ambut, atau praktek perburuhan yang tidak adil dengan merugikn masyarakat setempat.

Menangggapi hal tersebut, banyak perusahaan telah menyatakan komitmennya terhadap rantai pasokan minyak kelap sawit berkelanjutan melalui kebijakan no deforestation, no peat, and no exploitation (NDPE) yang terdefinisi dengan baik.

Hingga saat ini, kebijakan NDPE telah diadopsi oleh ratusan merek dagang dunia yang menggunakan bahan baku kelapa sawit serta turunannya. Kebijakan NDPE berlaku untuk seluruh rantai pasokan, terutama pemasok. Pemasok menjadi aktor penting dalam melaksanakan praktek berkelanjutan karena mereka yang memproduksi bahan mentah untuk merek barang konsumen minyak sawit.

Brands dan produsr (refinery) bekerja secara kolaboratif dengan pemasok mereka (pabrik dan kebun kelapa sawit) untuk memahami tantangan yang mereka alami dan membantu mereka dalam menerapkan praktek yang berkelanjutan sesuai permintaan global. Dengan menerapkan praktek yang berkelanjutan, pabrik dan perkebunan kelapa sawit akan mampu mengamankan daya saing mereka di pasar global.

Sejalan dengan trend global, juga mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan (sustainable development) yang sesuai dengan visi dan misi daerah serta upaya mendukung prakarsa inisiatif pengelolaan bentang alam (landscape) di Aceh Bagian Selatan (Southern Aceh) Pemko bekerjasama dengan Earthworm Foundation (EF) gelar Workshop Sustainable And Tools For Transformation-Self Assessment (T4T-SA) untuk para perusahaan pabrik pengolahan dan perkebunan kelapa sawit di Kota Subulussalam.

Workshop ini juga digelar dalam upaya mendukung pemenuhan perusahaan terhadap ISPO ( Indonesian Sustainable Palm Oil).

EF telah mengembangkan alat untuk tranformasi yakni T4T-SA, sebuah platform online yang bertujuan mendukung kemajuan para pelaku industri minyak kelapa sawit dalam menerapkan praktek bisnis yang bertanggungjawab dan berkelanjutan terutama terkait deforestasi, gambut, eksploitasi pekerja serta masyarakat.

Selain komponen pada T4T-SA ini juga sangat berhubungan dengan prinsip dan kriteria pada ISPO. T4T-SA dirancang untuk menyediakan referensi (panduan) untuk memahami apa persyaratan NDPE dan kesenjangan apa yang mungkin mereka miliki, membantu rencana aksi pemasok untuk menutup celah (gaps) yang ada, memungkinkan pemasok untuk tranparan kepada pembeli.

Bentuk workshop ini dilakukan dalam diskusi interktif, presentasi dan praktek dengan bertemakan “ Membangun Industri Kelapa sawit yang berkelanjutan di Subulussalam untuk menghadapi isu pasar global dan pemenuhan sertifikasi ISPO.

Dalam kegiatan tersebut selaku pembicara perwakilan dari Bappeda Kota Subulussalam, EF, Komisi ISPO, Musim Mas (Perusahaan Buyer), GAR (Perusahaan Buyer) dan PT. Global Sawit Semesta (Perwakilan Perusahaan lokal).

Hadir juga sebagai peserta perwakilan dari Bappeda Kota Subulussalam, Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan Kota Subulussalam, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Subulussalam, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Subulussalam, Dinas Pehutanan-UPTD Kesatuan pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Aceh dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Aceh.