DP3AKB Umumkan Lomba PIK Remaja

Kategori : Berita Kota Rabu, 23 Oktober 2019 - Oleh admkota

DP3AKB Umumkan Lomba PIK Remaja

Reporter MC Kota Subulussalam

Sikalondang, Info Publik- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Kota Subulussalam umumkan hasil lomba Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja yang digelar di Aula SMAN Unggul Subulussalam, rabu (23-10-2019).

Mengawali acara tari ranup lampuan siswi SMPN I Simpang Kiri tampil perdana dihadapan Ketua TP PKK Kota Subulussalam, Kepala DP3AKB, Kepala SKPK yang hadir, Kepala Sekolah, dan siswa.

Tim penilaian kegiatan seleksi PIK-Remaja Tingkat Kota Subulussalam Tahun 2019 terdiri dari Jumadin Berutu, SH, Adnan Saleh, Masnawiyah Maha, Ida Nursanti Pasaribu, Amansyah, Susanti dan Irma Nur Liana.

Sebelas sekolah mengikuti seleksi antara lain SMKN 2 Simpang Kiri, SMAN 1 Simpang Kiri, SMPN 1 Simpang Kiri, SMA Raudhatul Jannah, SMAN Unggul Subulussalam, SMAN 1 Sultan Daulat, SMKN Sultan Daulat, SMPN 3 Sultan Daulat, SMAN 1 Longkib, MAN Simpang Kiri, dan SMAN 2 Simpang Kiri.

Salah seorang tim Masnawiyah membacakan hasil seleksi dari peserta yang ikut seleksi. Untuk juara I PIK Remaja Maju Bersama SMAN Unggul meraih nilai 340, juara II PIK Remaja Pakat Bersama SMAN I Unggul meraih nilai 331, dan PIK Remaja Raudhotul Jannah SMAS Raudhatul Jannah meraih juara III dengan nilai 327.

Masa remaja adalah masa peralihan dari anak ke masa dewasa dan hehidupan remaja sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka, remaja juga sebagai generasi penerus bangsa perlu dipersiapkan menjadi manusia yang sehat secara jasmani, rohani, mental dan spiritual, ucap Ketua TP PKK Kota Subulussalam Hj. Mariani Harahap mengawali kata sambutannya.

Faktanya dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa remaja mempunyai permasalahan yang sangat kompleks seiring dengan masa transisi yang dialaminya. Masalah yang menonjol dikenal Triad KRR (Seksualitas, HIV Aids serta Napza), sebutnya.

Dikatakannya bahwa perkembangan zaman dan perkembangan ilmu teknologi yang begitu pesat membuat generasi muda baik siswa didik maupun remaja yang ada di masyarakat harus pandai memilah kegiatan positif dan negatif agar terhindar dari berbagai masalah.

Mereka perlu melakukan kegiatan-kegiatan positif dalam menyalurkan aspirasi, hobi, bakat dan lain sebagainya agar generasi muda mampu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya dan terhindar dari degradasi moral, akhlak dan nilai - nilai agama.

Untuk itu dibutuhkan sebuah wadah untuk menampung kreatifitas generasi muda dan dalam hal ini ialah Pusat Informasi Konseling Remaja/Mahasiswa yang disingkat PIK-R/M.

Kelompok kegiatan ini dimaksudkan untuk menjadikan generasi muda yang berakhlak mulia dan menjujung tinggi nilai - nilai agama dan menjaga moral bangsa serta terhindar dari pergaulan bebas.

Hj. Mariani Harahap menegaskan bahwa Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK -R) adalah suatu wadah kegiatan program Penyiapan keluarga Bagi Remaja (PKBR) yang dikelola dari oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja serta, kegiatan - kegiatan penunjang lainnya.

PIK - Remaja adalah nama generik untuk menampung kebutuhan program PKBR dan menarik minat remaja datang ke PIK - Remaja, nama generik ini dapat dikembangkan dengan nama - nama yang sesuai dengan kebutuhan program dan selera remaja setempat, ucapnya.

Pemerintah Kota Subulussalam melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, telah melakukan program advokasi, penyuluhan dan komunikasi, informasi dan Edukasi (KIE) tentang penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja (PKBR).

 

(Foto : Sambutan dan arahan Ketua TP PKK Hj. Mariani Harahap) 

Serta juga telah memfasilitasi dan mengembangkan PIK-Remaja disekolah- sekolah serta sejauh ini, jumlah PIK-Remaja dan masyarakat di Kota Subulussalam berjumlah 26.

Pada kesempatan ini juga Ketua TP PKK Hj. Mariani menyebutkan bahwa prestasi PIK-Remaja Kota Subulussalam sangat membanggakan karena pada empat tahun belakangan ini telah berhasil menorehkan prestasi juara pada acara seleksi PIK-Remaja di tingkat Provinsi.

Sebagai informasi bahwa pada tahun 2015, PIK-Remaja SMAN Unggul Subulussalam meraih juara 2 lomba PIK-Remaja tingkat Provinsi Aceh, kemudian ditahun 2016 PIK-Remaja SMA Negeri 1Simpang Kiri meraih juara 1, pada tahun 2017 SMK Negeri 1 Penanggalan meraih juara 2, dan pada tahun 2018 lalu sekolah MAN 1 Subulussalam berhasil meraih juara 1.

Terima kasih kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Subulussalam melalui bidang advokasi, pergerakan Informasi dan keluarga sejahtera telah lakukan seleksi PIK - Remaja Tingkat Kota Subulussalam tahun 2019 yang diikuti oleh 11 PIK - Remaja. Diharapkan setiap kelompok PIK - Remaja untuk lebih berperan aktif, tegasnya.

Ucapan apresiasi juga ia sampaikan kepada sekolah-sekolah yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan seleksi PIK - Remaja, serta ucapan selamat bagi PIK - Remaja yang terbaik pada tahun ini, harapan saya dengan tersedianya wadah ini untuk terus mengembangkan kreativitas dan keterampilannya diberbagai kegiatan positif sehingga terwujud generasi remaja yang sehat, cerdas dan ceria. Teruslah semangat belajar, berkarya dan berprestasi serta menjauhi segala tindakan dan perilaku yang bisa mengakibatkan rusaknya mental, tuturnya.

Dalam laporannya, Kepala DP3AKB Nurul Akmal SE, MM menyebutkan masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak - kanak menuju masa pubertas dalam rangka mencari jati dirinya, mencoba apa saja untuk mendapatkan identitas dirinya, menggali potensi, serta menemukan bakat dan minatnya, pungkasnya.

Keadaan serba ingin tahu namun belum sepenuhnya memiliki pertimbangan yang matang, mudah terpengaruh, nekat, berani dan emosi tinggi oleh karena itu remaja menjadi kelompok yang paling rawan berkaitan dengan Triad KRR yaitu narkoba, seks, pornografi dan lain - lain.

Dikatakannya bahwa remaja - remaja yang kreatif inovatif tidak bisa muncul dengan sendirinya tanpa dibekali terlebih dahulu oleh banyak pihak baik itu keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat dan negara, semua komponen bangsa harus bertanggungjawab untuk membekali dan mengembangkan potensi mereka.

Dengan rasa tanggung jawab itu maka kita terus memupuk dan melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung mereka sehingga sehari-hari mereka diisi dengan aktivitas yang bermanfaat untuk masa depan mereka menghindarkan mereka dari kegiatan - kegiatan yang menjerumuskan mereka ke masa depan yang suram dimana secara otomatis juga akan merugikan bangsa dan negara.

Nurul Akmal menyebutkan bahwa PIK-Remaja merupakan salah satu jalan keluar untuk mengaktifkan remaja pada kegiatan - kegiatan yang mengajak mereka kepada hal-hal yang positif dan dinamis untuk terhindar dari pergaulan seks bebas, penggunaan obat - obatan terlarang dan kegiatan negatif lainnya yang pada akhirnya merugikan masa depan mereka dan bangsa ini.

Permasalahan remaja harus menjadi perhatian semua kalangan baik pemerintah maupun non pemerintah, metode untuk menarik minat dan perhatian mereka untuk mengembangkan potensi akademik dan non akademik seperti yang tercantum dalam undang-undang RI Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.

Pasal 3 undang-undang Sisdiknas, menyatakan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab, ucapnya.

Ia menyebutkan bahwa penilaian yang dilakukan oleh panitia sportif. Masing-masing peserta akan dipilih 3 terbaik dari 11 peserta didik, sedangkan 8 kelompok PIK Remaja nantinya akan mendapatkan hadiah hiburan artinya seluruh perserta PIK Remaja yang telah mengikuti seleksiakan mendapat hadiah hiburan.

 

(Foto : Kepala DP3AKB Nurul Akmal sedang menyampaikan laporan)

PIK Remaja tidak hanya melakukan kegiatan konseling kepada sesama remaja baik dalam sekolah maupun remaja diluar sekolah namun dapat menggerakkan aspirasi dan inspirasi remaja untuk pengembangan potensi yang bermanfaat bagi masa depannya, tutur Nurul Akmal.

Diakhir acara Ketua TP PKK Kota Subulussalam Hj. Mariani Harahap menyerahkan piala dan hadiah kepada pemenang I, II dan III. Sementara bingkisan diberikan Kepala DP3AKB Nurul Akmal kepada sekolah lain yang ikut seleksi. Acara ditutup dengan penampilan tari pasang jabet oleh siswi SMPN I Simpang Kiri.

Informasi yang didapat tim penilai seleksi bahwa PIK Remaja Maju Bersama SMAN Unggul menampilkan kegiatan untuk seleksi antara lain kegiatan literasi di dalam sekolah dan luar sekolah, pendataan pernikahan usia dini di KUA, kegiatan pondok islami dan kegiatan rutin sholat berjamaah, konseling sebaya.

Lainnya donasi sedekah seribu sehari, kegiatan budi daya tanaman, memberikan materi tentang seksual kepada masyarakat, ceramah rutin keagamaan, memberikan sosialisasi fungsi keluarga kepada remaja, expo bazar kewirausahaan.

Berkunjung ke pelaku usaha rumahan seperti pembuat tempe, keripik dan kue bawang. Sosialisasi materi bidang seksual kepada remaja, pendataan tingkat kematian bayi di Subulussalam, penggalangan dana untuk korban banjir di Sultan Daulat, tsunami di Banten dan Palu serta bantuan untuk Palestina.

Kegiatan lainnya sosialisasi life skill ke sekolah TK, kegiatan rutin olahraga dan pengembangan life skill dan berpartisipasi dalam kegiatan posyandu.

Untuk PIK Remaja SMAN I Simpang Kiri menampilkan kegiatan antara lain latihan rutin seperti diskusi, tanya jawab, penyampaian materi dan outbond di lapangan, kegiatan keagamaan seperti mengaji bersama, konsultasi, konseling sebaya, pelayanan medis.

Memberikan sosialisasi ke desa-desa, bagi-bagi brosur seperti brosur anti narkoba, stop pergaulan bebas dan stop kekerasan terhadap anak, pelatihan pembina tentang TRIAD KRR, penggalangan dana untuk korban bencana, kegiatan bakti sosial di tempat ibadah, sosialisasi genre kepada remaja dan kesehatan reproduksi kepada remaja wanita.

Sementara PIK remaja Raudhotul Jannah SMAS Raudhotul Jannah menampilkan pembinaan kepada SDIT Auladina tentang sejarah islam, pembinaan kesenian tari, sosialisasi tentang bahaya narkoba, seks bebas, Triad KKR, perkawinaan usia muda, menjaga lingkungan bersih kepada remaja sekitar.

Juga pengembangan life skill seperti shop pangkas, olah raga memanah, keterampilan memasak, merias dan kerajinan tangan.

 

(Foto : Foto Bersama Tim Penilai dengan Ketua TP PKK Kota Subulussalam, Kepala DP3AKB, Kepala Sekolah dan lainnya)