Sekda Aceh Lakukan Kunjungan Kerja Di Kota Subulussalam

Kategori : Berita Kota Sabtu, 12 Oktober 2019 - Oleh admkota

Sekda Aceh Lakukan Kunjungan Kerja Di Kota Subulussalam

Reporter MC Kota Subulussalam

Subulussalam, Info Publik- Sekda Aceh dr. Taqwallah, M. Kes melakukan kunjungan kerja di Kota Subulussalam dalam rangka rapat kerja lanjutan percepatan program bersih, rapih, estetis dan hijau (BEREH), penanganan stunting dan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), bertempat di aula hotel hermes Subulussalam, sabtu (12/10).

Walikota Subulussalam H. Affan Alfian, Wakil Walikota Drs. Salmaza, MAP dan Sekda Kota Suulussalam Ir. Taufik Hidayat, MM menyambut kedatangan Sekda Aceh dan langsung melakukan obrolan ringan di loby hotel. Mendampingi Sekda Aceh Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif.

Mengawali acara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam Mashuri, SKM mempresentasikan hal ikhwal terkait dinas dan permasalahannya. Dilanjutkan dengan Direktur BLUD RSUD Kota Subulussalam dr. Dewi.

 

(Foto : Kepala Dinas Kesehatan sedang mempresentasikan dihadapan Sekda Aceh, Walikota, Wakil, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dan undangan) 

Dihadapan Sekda Aceh, Walikota, Wakil Walikota, Sekda Kota Subulussalam, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Asisten, Kepala SKPK, Para Camat, Mukim, Keuchik, Kepala Puskesmas, Bides dan tenaga medis lainnya keduanya mempresentasikan melalui layar infocus.

Dalam kesempatan itu juga Walikota H. Affan Alfian mencabut undian untuk petugas yang akan mempresentasikan sebagaimana sebelumnya. Walikota mengumumkan hasil cabutan undian yakni untuk perwakilan puskesmas adalah Kepala Puskesmas Sultan Daulat Manjani dan untuk Bidan Desa dari Bides Cepu Maisuroh.

Sementara Wakil Walikota Drs. Samaza, MAP mencabut undian untuk kategori kecamatan, yakni Camat Rundeng Faisal , SH mewakili kecamatan. Ketiganya memaparkan hal ikhwal tentang instansinya, tugas dan permasalahannya.

Setelah mendengarkan presentasi dari lima perwakilan yang hadir, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif memberikan sambutan. Dalam sambutannya ia menegaskan semua stakeholder memiliki tanggungjawab dalam program BEREH dan penanganan stunting.

 

(Foto : Walikota, Wakil dan Sekda Kota Subulussalam mengobrol santai dengan Sekda Aceh di loby hotel)

“ Kalau instansi kita bersih, rapih, estetis dan hijau tentu membuat nyaman kita semua, “ pungkasnya. Apalagi pusat-pusat layanan kesehatan seperti poskesdes, puskesmas dan rumah sakit yang berhubungan langsung dengan orang sakit.

Terkait penanganan stunting dari tenaga medis, keuchik hingga para pejabat diatasnya tentu harus memperhatikan dan ikut berpartisipasi dengan cara memberikan fasilitas yang cukup untuk ibu hamil, ucapnya.

Penayangan video program BEREH dan penyampaian, pesan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan hasil kunjungan kerja Sekda Aceh dibeberapa daerah menambah informasi terkait program BEREH, penanganan stunting.

Pantauan reporter, kegiatan rapat kerja lanjutan percepatan program bersih, rapih, estetis dan hijau (BEREH), penanganan stunting dan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang dilakukan Sekda Aceh sangat berbeda dengan kebiasaan.

 

(Foto : Sekda Aceh duduk menyaksikan video bersama peserta)

Penyambutan dilakukan biasa, acara yang dilakukan langsung presentasi, tempat duduk atau kursi semuanya sama dengan ditulis nama, makananpun diberikan setelah selesai acara, membuat acara hikmat dan serius.

Mengawali kata sambutannya, Sekda Aceh dr. Taqwallah, M. Kes menyebutkan dihadapan yang hadir sangat bangga bisa bersama-sama orang-orang calon penghuni surga, pungkasnya.

“ Tiket bisnis sudah anda miliki untuk masuk surga, “ sebut Sekda. Namun masih kode booking katanya.

Sebagai pelayan publik jangan pernah kita menolak pasien dengan berbagai alasan, jauhi perbuatan seperti itu. Kalau saudara lakukan itu maka tiket bisnis masuk surga dicabut. Bisa bayangkan kalau itu dialami kita, maka cita rasa itu perlu kita miliki, “ bisa merasakan. “

Ciri orang yang dapat kode booking masuk surga antara lain sabar dan komunikatif. Sikap sabar tentu perlu kita miliki sebagai pelayan masyarakat. Menjadi pemimpin jangan minta dilayani namun melayani. Menjadi seorang pemimpin harus melayani kebawah jangan malah sebaliknya.

Menjadi Sekda rasa Asisten, menjadi Kepala SKPK rasa Sekretaris, menjadi Sekretaris rasa Kabid, menjadi Kabid rasa Kasi, menjadi Kasi rasa staf dan selanjutnya. Sifat seperti ini harus kita miliki, karena semuanya adalah mitra utama kita dalam bekerja, sebutnya.

 

(Foto : Walikota, Wakil, Sekda Aceh dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh sedang mendengarkan presentasi )

Orang sukses adalah orang yang punya cita rasa karena tak ada manusia yang sempurna. Ketika saya duduk dibelakang bersama bapak, ibu sekalian tentu ingin merasakan apa yang dirasakan dibelakang.

Sekda Aceh mengkisahkan ketika menjadi Kepala Puskesmas, setiap pagi ia menyuruh orang untuk membuka pintu jendela, tujuan dibuka jendela agar kuman-kuman mati terkena sinar matahari.

Saat ini sayapun bersama Plt. Gubernur Aceh menyuruh bapak ibu semuanya untuk melakukan hal-hal yang positif, mendukung program BEREH, dan menangani masalah stunting.

Semua kita yang ada di aula bertanggungjawab dan memastikan bahwa ibu hamil tertangani dengan baik. Kalau terjadi sesuatu pada ibu hamil meninggal misalnya maka dari Walikota, Kadis, Camat, Keuchik hingga petugas kesehatan akan dimintai pertangungjawaban, tegasnya.

Dipastikan ibu hamil telah mendapatkan layanan kesehatan dengan baik dan setelah melahirkanpun ibu bisa menetekkan bayinya. Apabila sejak ibu hamil tertangani kesehatannya dengan baik dan paska kelahirannya maka bayi jauh dari stunting.

 

(Foto : peserta sedang serius mendengarkan presentasi )

Stunting itu akibat tidak terlayani kesehatan dengan baik, apakah kita mau dipimpin oleh pemimpin yang terkena stunting ? tanya Sekda.

Dampak stunting yang paling buruk adalah perkembangan otaknya yang tidak normal, ini yang sangat berbahaya, ungkap Sekda.

Pemimpin yang bersikap jahat, generasi yang tak memiliki etika dan bermental buruk akibat kena stunting termasuk keuchik yang tidak bisa memanfaatkan dana desa untuk desanya maka terkena stunting juga.

“ Keuchik yang sukses mengelola dana desa adalah dana desa tersebut tidak keluar dari desanya, “ tutur Sekda.