Kampong Longkib Masih Terisolir dan Terbelakang

Kategori : Berita Kota Jumat, 13 September 2019 - Oleh admkota

Kampong Longkib Masih Terisolir dan Terbelakang

Reporter MC Kota Subulussalam

Longkib, Info Publik- Kampong Longkib Kecamatan Longkib masih terisolir dan terbelakang dalam berbagai aspek sebut Ranisdan salah seorang warga sampaikan kepada stakeholder yang hadir pada acara pertemuan Kampong KB bertempat di aula pertemuan kampong, jumat (13/9).

Jarak tempuh yang jauh dari kota ke Longkib atau sebaliknya dengan menempuh jalan melalui HGU PT. BDA atau melalui jalur sungai lae sauraya. Berharap jalan menuju ke Longkib untuk dibangun. Dibidang pendidikan guru ASN masih sangat minim sehingga proses belajar mengajarpun mengalami kendala.

Begitu juga keberadaan bidan desa yang telah dipindahkan namun belum ada penggantinya sehingga pelayanan kesehatan di desapun mengalami kendala apalagi bidang telekomunikasi akses informasi dan komunikasi tidak tersedia sehingga semua informasi terkait apapun baru diketahui seminggu kemudian. Hal-hal itu sangat memprihatinkan mohon agar menjadi perhatian pemerintah, pungkasnya.

 

( Foto : Aula Pertemuan Kampong Longkib )

Menanggapi penyampaian salah seorang warga Longkib, perwakilan PUPR Zulkarnaian menyebutkan bahwa pemerintah sedang mengerjakan jalan Panji-Ginasing-Longkib yang bersumber dari dana DAK, mohon kiranya didukung dan jangan dihambat apabila ada persoalan agar dimusyawarahkan dengan baik, pintanya.

Jalan yang dikerjakan melalui jalan pembukaan TMMD bukan jalan BDA, karena pembangunan jalan yang dikerjakan pemerintah adalah jalan negara bukan jalan milik swasta, sebutnya.

Selain program jalan PUPR juga mengerjakan pembuatan program sanitasi dan MCK Plus. Apabila desa memiliki tanah yang tidak bermasalah dengan ukuran 10 x 10 m bisa diusulkan kepada dinas. Terkait sanitasi air yang telah dibangun belum berjalan baik dan dimanfaatkan akan ada tim yang akan mengevaluasi dan meninjau, pungkas Zulkarnain.

Mewakili Dinas Kesehatan Kabid Pelayanan Kesehatan H Alamsyah, SKM memohon maaf atas belum dikirimnya pengganti bidan desa untuk Kampong Longkib, kalaulah ada penggantinya bidan asal kampong Longkib lebih baik nanti diusulkan ke Dinas. Silahkan usulkan dengan melampirkan STR dan ijazahnya. Namun kalau tidak ada maka dinas akan mengirimkan bidan desa dari tenaga kontrak, ucapnya.

 

( Foto : suasana pertemuan Kampong KB )

Ada hal yang sangat memprihatinkan yakni keberadaan poskesdes yang tidak dijaga dan dipelihara, bangunan poskesdes yang telah dibangun tahun 2017 ternyata saat ini tidak berfungsi karena dirusak hal ini yang membuat kita prihatin.

Rasa memiliki masyarakat sangat kurang keuchik harus bertanggungjawab juga semua komponen masyarakat lainnya agar pelayanan kesehatan bisa berjalan baik, pintanya.

Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfo Kota Subulussalam Zainal Abidin, SH menyebutkan akses telekomunikasi di Kampong Longkib tidak ada memang sangat memprihatinkan. Layaknya belum merdeka, seharusnya akses telekomunikasi bisa menyentuh warga Longkib. Informasi dan komunikasi saat ini menjadi kebutuhan kita, pungkasnya.

Dikatakannya infrastruktur jaringan bisa dibangun oleh pemerintah ataupun pihak swasta. Untuk pemerintah kota sedang progres pembangunan jaringan FO dalam program Subulussalam Smart City. Insya Allah tahun 2020 jaringan tersebut bisa sampai ke Longkib.

Sementara infrastruktur yang dibangun swasta bisa atas permohonan pemda atau karena kebutuhan bisnis. Mohon ajukan permohonan ke kita untuk ditindaklanjuti dengan memohon kepada provider atau pihak swasta untuk membangun menara telekomunikasi, ungkap Zainal.

 

( Foto : suasana pertemuaan Kampong KB )

Dedy Januar perwakilan dari Program Kotaku menyebutkan bahwa program Kotaku adalah lanjutan dari program PNPM Mandiri Perkotaan. Tujuan program Kotaku adalah meningkatkan akses infrastruktur kemukiman untuk mengurangi kawasan kumuh, peningkatan sanitasi yang layak, sebutnya.

“ Target 2019 kawasan kumuh adalah nol persen, “ pungkas Dedy.

Bangunan hunian, akses jalan lingkungan, drainase lingkungan, sanitasi, persampahan dan proteksi kebakaran itu semua merupakan program Kotaku, sebutnya.

Menyikapi penyampaian perwakilan warga dan SKPK Nurul Akmal, SE. MM Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB selaku moderator meminta arahan kepada ketua TP PKK Kota Subulussalam Hj. Mariani Harahap.

“ Kepedulian dan rasa memiliki atau sense kecintaan kita harus ditingkatkan, “ pintanya mengawali arahannya.

Ada poskesdes yang dibangun tahun 2017 ternyata sudah rusak ini bukti bahwa kita tidak memiliki sense. Menjaga dan memelihara bangunan pemerintah atau bangunan publik harus dijaga dan dipelihara. Jangan karena perbedaan atau kebencian bangunan pemerintah dirusak.

 

( Foto : akses jalan menuju Kampong Longkib melalui jalan HGU PT. BDA )

Yang rugi adalah kita sendiri, mohon kiranya kesadaran kita ditumbuhkan agar kepercayaan pemerintah kepada masyarakat Longkib itu besar, sebutnya.

Hj. Mariani juga mengingatkan kepada kaum ibu untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungannya termasuk meningaktkan asupan pangan yang bergizi untuk balita dan anak-anak agar tumbuh normal dan baik.

Persoalan-persoalan yang disampaikan telah dicatat dan akan disampaikan kepada Walikota agar tahun 2020 untuk bisa ditindaklanjuti. Diakhir penyampaiannya Hj. Mariani mengingatkan agar gunakan juga dana desa untuk program pembangunan di desa, ia juga meminta semua warga agar menjaga kedamaian dan membangun komunikasi yang baik antar warga agar pembangunan kampong Longkib berjalan dengan baik.

“ Semoga ada perubahan di kampong Longkib dan membawa masyarakatnya maju, “ tutup Hj. Mariani.

Turut hadir Camat longkib Setyo Purwadi dan Ketua TP PKK Kecamatan Longkib Nur Khalifatun.