Plt. Gubernur Aceh Lantik Walikota Dan Wakil Walikota Subulussalam Periode 2019-2024

Kategori : Berita Kota Rabu, 15 Mei 2019 - Oleh admkota

Plt. Gubernur Aceh Lantik Walikota Dan Wakil Walikota Subulussalam Periode 2019-2024

Reporter MC Kota Subulussalam

Subulussalam, Info Publik-Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melantik Walikota Subulussalam H. Affan Alfian dan Wakilnya Drs. Salmaza, MAP pada rapat paripurna DPRK Subulussalam , selasa (14/5).

Ribuan masyarakat Kota Subulussalam memadati gedung DPRK Subulussalam di dalam aula sidang, balkon dan diluar. Aparat keamanan dari Brimob, Polres Aceh Singkil, personil TNI Kodim 0118/Subulussalam, Personil Dishub, Satpol PP dan WH serta panitia lainnya berjibaku mengatur dan melayani tamu yang datang dari pelosok desa dan tamu pejabat dari luar Kota Subulussalam.

Walikota Subulussalam Terpilih dan Wakilnya dengan kawalan aparat keamanan lebih awal datang di gedung DPRK dan menunggu di ruangan VIP sambil bercengkerama dengan Forkopimda. Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah tiba di gedung DPRK diikuti Ketua DPR Aceh Sulaiman, SE. MSM.

Salah seorang Protokoler Setdaprov Aceh mempersilahkan Walikota dan Wakil Walikota Subulussalam serta Forkopimda memasuki aula sidang untuk dimulainya acara rapat paripurna pelantikan.

Para tamu undangan dari kolega kedua pejabat yang akan dilantik, pejabat dilingkup Pemerintah Kota Subulussalam, undangan dari keluarga dekatnya, anggota DPRK Subulussalam pandangan semuanya tertuju kepada sosok H. Affan Alfian dan Salmaza.

Menyusul Ketua DPRA Aceh Sulaiman, SE. MSM dan Plt. Gubernur Aceh Nova Irinasyah menuju kursi sidang DPRK Subulussalam.

Ketua DPRK Subulussalam Hariansyah mengetuk sidang tanda dimulainya rapat paripurna dengan dibantu pembawa acara Alfiansyah, SH

Mengawali acara sidang, H. Marwan Z, S. Ag dan Risdawati membacakan ayat suci Al quran dan terjemahannya. Dilanjutkan dengan pembacaan petikan SK Pemberhentian Walikota Lama H. Merah Sakti dan Wakilnya Salmaza dan pengangkatan Walikota dan Wakil Walikota Subulussalam terpilih periode 2019-2024 oleh Sekwan Khainudin, SKM.

Plt. Gubernur Aceh dengan disaksikan oleh Ketua Mahkamah Syariah Kota Subulussalam Solahudin Sibagariang, S. Ag. MH dan pengukuh sumpah Randi, S. Ag dari Kemenag Kota Subulussalam melantik dan mengambil sumpah H. Affan Alfian sebagai Walikota Subulussalam dan Drs. Salmaza, MAP sebagai Wakil Walikota.

Walikota Subulussalam H. Affan Alfian dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Plt. Gubernur Aceh yang telah hadir dan melantiknya, demikian juga ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dalam proses pelantikan ini, ucapnya.

H. Affan menegaskan akan berbuat dan mengabdi untuk masyarakat Kota Subulussalam dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Prioritas program kegiatan yang pro rakyat akan direalisakannya termasuk program Walikota Lama.

Juga mendukung program-program Pemerintah Aceh secara sinergis akan kita kerjakan, diakuinya sebagai anak bungsu tentunya dukungan perhatian khususnya dari Pemerintah Aceh sangat diharapkan, sebut Walikota.

Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam sambutannya menyebutkan pelantikan yang kita laksanakan ini adalah akhir dari seluruh rangkaian proses panjang Pilkada Kota Subulussalam yang berjalan demokratis.

Kandidat yang bersaing pada Pilkada di daerah ini mencapai lima pasangan, yang semuanya memiliki pendukung masing- masing. Meski demikian, seluruh rangkaian Pilkada di daerah ini berjalan sangat aman dan damai dengan tingkat partisipasi masyarakat yang amat tinggi, mencapai 95,77 persen.

Dari lima kandidat yang maju, pasangan dengan slogan ‘BISA’ ini memperoleh suara terbanyak, yakni 46,44 persen. Data ini menjadi bukti bahwa pasangan ini mendapat kepercayaan paling besar dari warga Subulussalam.

Nova berharap kepercayaan ini dijaga dengan baik, sehingga saudara berdua dapat membuktikan bahwa saudara adalah pemimpin yang tepat untuk membawa perubahan bagi kota ini dalam lima tahun ke depan.

Dikatakannya meski saudara berdua melaju dengan menggunakan dukungan partai, tapi dengan pelantikan ini, istilah dukung mendukung sudah tidak ada lagi. Mulai hari ini saudara berdua adalah milik seluruh rakyat Subulussalam. Karena itu bersikaplah adil dan bijaksana dalam menjalankan roda pemerintahan. Harapan kami, di bawah kepemimpinan saudara, Subulussalam dapat bergerak ke era yang lebih baik, yang bisa memberi kesejahteraan bagi warganya, pinta Nova.

Kita ketahui bersama bahwa Kota Subulussalam ini merupakan salah satu kota terluas di Indonesia. Kalaupun empat kota lainnya di Aceh yaitu Kota Langsa, Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe dan Kota Sabang digabung menjadi satu, luasnya masih kalah jauh dibanding Kota Subulussalam ini. Data ini menunjukkan bahwa Kota ini memiliki keistimewaaan di bidang sumber daya alam.

Dengan sumber daya alam itu pula, meski baru 12 tahun berkembang sebagai daerah otonom, tapi Subulusalam mampu bangkit menjadi wilayah pemekaran yang cukup berhasil. Salah satu kelebihan kota ini adalah potensi perkebunannya yang cukup besar. Tidak heran jika denyut ekonomi di kota ini bergerak sangat aktif.

Namun dibanding lahan yang tersedia, potensi itu sebenarnya masih bisa dioptimalkan. Harus ada banyak hal yang bisa digerakkan untuk memajukan kota ini. Selain meningkatkan produktivitas sektor perkebunan, sektor perdagangan dan jasa juga sangat potensial dikembangkan di daerah ini, mengingat kota ini terletak di wilayah perbatasan dan menjadi jalur lintas menuju wilayah pesisir barat Aceh.

Saudara Walikota dan Wakil Walikota kita harapkan bisa lebih memaksimalkan potensi itu. Kami yakin itu tidak terlalu sulit dilakukan, sebab dua sosok pemimpin yang baru dilantik ini adalah putra asli daerah yang sangat mengenal seluk beluk Kota Subulussalam ini. Bahkan keduan ya sudah berpengalaman dalam Pemerintahan lokal. Saudara Alfian Bintang misalnya, pernah menjabat sebagai Wakil Walikota pada masa jabatan 2009-2014.

Sementara Saudara Salmaza adalah Wakil Walikota masa jabatan 2014-2019. Dua kombinasi ini jelas sangat klop untuk memimpin Kota Subulussalam. Yang penting bagaimana menjaga biduk kemesraaan ini jangan sampai terpecah di tengah jalan.

Oleh karena itu saya meminta saudara berdua untuk menunjukkan kepada publik bahwa kekompakan yang saudara bangun tidak hanya ada di masa kampanye saja, tapi berlanjut selama memimpin daerah ini. Kekompakan pemimpin ini penting karena sangat berpengaruh dalam mencapai target-target pembangunan yang dicanangkan, sebutnya.

Terkait dengan harapan itu, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan beberapa hal untuk menjadi perhatian Saudara berdua:

Pertama, tingkatkan terus pembangunan di sektor perkebunan, perdagangan dan jasa sebagai pilar utama ekonomi daerah ini. Bila perlu Pemerintah Kota Subulussalam menggagas berdirinya industri hilir guna menampung hasil perkebunan rakyat untuk diolah menjadi bahan jadi. Jika langkah itu dapat dikembangkan, saya yakin Subulussalam bisa menjadi kawasan agro industri yang maju.

Kedua, Saudara juga harus mampu mengembangkan citra positif Pemerintahan agar masyarakat semakin percaya dan mau berpartisipasi membangun kota ini. Perkokoh jalinan kerja yang solid dan sinergis dalam mewujudkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. Bangun komunikasi efektif tanpa manipulatif dengan legislatif. Upa yakan pembahasan dan pengesahan APBK tepat waktu agar aktivitas pembangunan setiap tahun dapat dimulai lebih awal.

Ketiga, Dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin komplek, peningkatan kapasitas aparatur terus ditingkatkan. Jangan sampai ada pengangkatan pejabat atas dasar hubungan personal, tapi angkatlah mereka yang memiliki kapabilitas sesuai kompetensi yang dimiliki.

Keempat, Saudara berdua harus mampu meningkatkan sejumlah terobosan yang telah dicapai sebelumnya. Sebagai contoh, kualitas pendidikan di Kota Subulussalam, ini cukup bagus. Saya berharap Saudara bisa meningkatkan prestasi ini agar Subulussalam tidak hanya dikenal sebagai kota dagang dan perkebunan, tapi juga dikenal sebagai kota pendidikan.

Kelima, sebagai wilayah lintasan dan kawasan bisnis, pengembangan investasi perlu menjadi perhatian di daerah ini. Untuk itu sistem pelayanan terpadu satu pintu harus lebih disederhanakan dan diefektifkan, sehingga memudahkan investor untuk mengembangkan usahanya.

Keenam, perlu saya sampaikan bahwa visi Pemerintahan Aceh ke depan adalah “Terwujudnya Aceh yang Damai dan Sejahtera melalui Pemerintahan yang Bersih, Adil dan Mela yani,” yang kemudian di tuangkan dalam 15 program prioritas pembangunan Aceh.

Saya berharap saudara dapat menyesuaikan program pembangunan daerah ini dengan visi dan program tersebut untuk dituangkan di dalam RPJM Kabupaten. Dokumen RPJM itu harus selesai paling lama enam bulan sejak pelantikan ini agar dapat menjadi rujukan bagi kegiatan pembangunan di kota ini.

Ketujuh, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh menegaskan bahwa Gubernur juga merupakan Wakil Pemerintah Pusat di Daerah. Gubernur memiliki kewenangan melakukan pembinaan dan penga wasan terhadap Pemerintahan di Kabupaten/Kota.

Sehubungan dengan itu, saya berharap saudara dapat membina kerjasama yang baik dengan kami agar kita dapat mensinergikan pembangunan di daerah ini, tutup Gubernur aceh.