Walikota Buka Temu Ramah dan Diskusi antara STIT Hafas dan Keuchik Se-Kota Subulussalam

Kategori : Berita Kota Senin, 25 Februari 2019 - Oleh admkota

Walikota Buka Temu Ramah dan Diskusi antara STIT Hafas dan Keuchik Se-Kota Subulussalam

Reporter MC Kota Subulussalam

Subulussalam, Info Publik- Asisten Administrasi, Ekonomi dan Pembangunan Setdako Subulussalam Lidin, SH mewakili Walikota Subulussalam membuka temu ramah dan diskusi antara STIT Hamzah Fansyuri Subulussalam dengan Keuchik se-Kota Subulussalam, bertempat di Aula STIT, senin (25/2).

“ Tanggal 10 Mei 2016 STIT Hafas mendapat izin operasional dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) , “ kata Ketua STIT Drs. Abdurrazak Naufal, MM dalam mengawali kata sambutannya.

Semenjak berdirinya lembaga ini hingga saat ini sebanyak 235 mahasiswa mengikuti perkuliahan. “ Kehadiran STIT adalah kebanggaan kita di Kota Subulussalam karena hanya ini yang terdaftar di Ban PT, “ jelasnya.

Menurutnya, kampus STIT awalnya adalah digunakan untuk perkuliahan Unaya masa lalu namun saat ini secara resmi oleh pemiliknya lahan ini telah dihibahkan kepada STIT. Perlu kita ketahui lembaga ini adalah milik pemerintah daerah bukan milik perorangan, ucap Naufal.

Dilaksanakannya pertemuan kita hari ini adalah untuk menemukan satu kesepakatan agar eksistensi lembaga ini tetap langgeng dan bermanfaat bagi kita semua sebagaimana perguruan tinggi yang berada di daerah lainnya.

Apabila desa menganggarkan beasiswa untuk warganya kuliah di STIT maka desa telah berkontribusi untuk melahirkan generasi yang potensial juga lembaga diuntungkan bisa eksis dan maju.

“ Itulah kepentingan kita bersama agar tujuan ini bisa terwujud perlu didukung oleh semua pihak dan stakeholder lainnya, “ pintanya.

Patut berbangga kita bahwa nama STIT Hazah Fansyuri, banyak rektor dari berbagai perguruan tinggi ingin berkunjung ke lembaga kita. Namun karena berbagai hal dan alasan permintaan tersebut untuk sementara ditunda, ucap Naufal.

Asisten Administrasi, Ekonomi dan Pembangunan Setdako Subulussalam Lidin, SH menyatakan kesepakatannya apa yang diucapkan Ketua STIT.

Lidin mengatakan pemerintah Kota Subulussalam mendukung upaya yang dilakukan civitas akademika STIT melalui surat nomor 420/049 tanggal 4 Februari 2019 tentang rekomendasi dukungan penggunaan dana desa untuk mengalokasikan anggaran beasiswa dari anggaran dana desa.

“ Bangga dengan lahirnya STIT Hafas, “ satu-satunya perguruan tinggi yang ada di Kota Subulussalam. Karena lembaga ini milik pemda maka berharap sepenuhnya semua keuchik mendukung upaya yang dilakukan pihak kampus, ucapnya.

Pihak desa pasti bisa menyisihkan dari anggaran desanya untuk kepentingan warganya yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan di peguruan tinggi.

“ Apabila desa membantu maka telah menyelamatkan generasi,” Diakhir penyampaiannya berharap peningkatan sumber daya manusia bisa terwujud di Kota Subulussalam melalui dukungan dana desa, ucap Lidin.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Rahmawati, S. Pd. MM dihadirkan pembicara yakni Ketua Lembaga Penelitian Dan Pengkajian Mutu STIT Baginda Nasution, SH. MM. Inspektur Kota Subulussalam Elviandi, M. Si dan perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong Zulfikri, SE. MM.

Baginda Nasution, SH. MM mengungapkan bahwa pihak kampus dalam waktu dekat akan mengadakan KKN dan PKL bagi mahasiswanya. Wujud pengabdian masyarakat adalah mahasiswa terjun ke masyarakat. Inilah output yang kita harapkan mereka mampu berkiprah di masyarakat.

“ Jelas dukungan masyarakat sangat kita butuhkan, “ ucapnya. Program beasiswa dari dana desa sangat membantu mereka yang kurang mampu juga desa berkontribusi dalam meningkatkan sumber daya manusia di desanya.

Zulfikri secara lugas menjelaskan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Nomor 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019. Salah satu prioritasnya adalah bidang pendidikan termasuk beasiswa.

Untuk menguatkan Permen tersebut pemko akan membuat Peraturan Walikota agar program beasiswa dari dana desa bisa terwujud, jelas Zul.

Sementara Inspektur Kota Subulussalam Elviandi menyebutkan bahwa tugas inspektorat adalah pembinaan dan pengawasan terhadap anggaran desa, salah satu prioritasnya adalah peningkatan SDM.

” Kita mendukung program ini dengan catatan buat aturan pendukungnya atau regulasinya kemudian anggarkan dalam dokumen anggaran desa, ” jelasnya.

Dalam diskusi beberapa keuchik sangat setuju terhadap program tersebut asalkan didukung dengan regulasi, sehingga anggaran desa yang telah disetujui dan dianggarkan tidak melanggar hukum.