Nama Resmi : Kota Subulussalam
Ibukota : Subulussalam
Luas Wilayah: 1.391 km²
Jumlah Penduduk: 220.737 (2000)
Wilayah Administrasi:Kecamatan : 5
Walikota : Merah Sakti Kombih, SH
Wakil Walikota: H. Affan Alfian Bintang, SE
Alamat Kantor: Jln Teuku Umar

Kota Subulussalam, adalah sebuah kota di Provinsi Nanggroe Aceh Subulussalam, Indonesia. Kota Subulussalam di bentuk berdasarkan undang - undang Nomor 8 tahun 2007, pada tanggal 2 Januari 2007. Kota Subulussalam pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil.

Kota Subulussalam memiliki luas daerah 1.391km dan jumlah penduduk 65.000 jiwa yang mendiami 5 (lima) kecamatan yaitu : Kec. Longkip, Kec. Penanggalan, Kec. Rundeng, Kec. Simpang Kiri, Kec. Sultan Daulat dan Terdiri dari 72 desa.

Letak Kota Subulussalam.
Secara georgrafis letak Kota Subulussalam berbatasan langsung dengan Sumatera Utara (SUMUT). Kota Subulussalam juga merupakan gerbang utama masuk ke Provinsi Aceh melewati rute pantai barat selatan Aceh dengan batas - batas wilayahnya sebagai berikut :
- Sebelah utara berbatas dengan Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Dairi Sumut.
- Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Singkil.
- Sebelah barat berbatasan dengan Aceh Selatan.
- Sebelah timur berbatasan dengan Pakpak Barat dan kabupaten Dairi (SUMUT).
Kota Subulussalam adalah salah satu pemerintah Kota di Provinsi Aceh yang merupakan termuda ( Si Anak Bungsu ) pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2007, pada tanggal 2 Januari 2007. Kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil.

Sumber : Pemko Subulussalam

Read More

Lambang Kota Subulussalam

Posted on 05 Mei 2012  •

Kota Subulussalam adalah sebuah kota di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2007, pada tanggal 2 Januari 2007. Kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil.

Kota Subulussalam memiliki 5 kecamatan untuk saat ini(disebutkan pada “saat ini” dikarenakan penulis tidak tahu kedepannya apakah bertambah atau tidak) yakni Kecamatan Simpang Kiri, Kecamatan Penanggalan, Kecamatan Rundeng, dan Kecamatan Sultan Daulat serta Kecamatan Longkib.

Batas-batas wilayah Kota Subulussalam adalah; pada bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Lawe Alas (Kabupaten Aceh Tenggara) dan Kabupaten Dairi (Sumatra Utara); pada bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Singkohor dan Kecamatan Suro Baru (Kabupaten Aceh Singkil); pada sebelah bahagian barat berbatasan dengan Kecamatan Trumon dan Kecamatan Trumon Timur (Kabupaten Aceh Selatan); dan pada bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pak-pak Bharat (Sumatra Utara).

Motto Subulussalam adalah Sada Kata yang dapat diartikan penulis sebagai SATU KATA. Bila kita generalisir, kemungkinan segala sesuatu nya harus berdasarkan kesepakatan bersama atau dengan kata lain mempunyai maksud agar masyarakat Kota Subulussalam menanamkan rasa kebersamaan dan tekad kuat.

Baca semua

Sejarah Kota Subulussalam

Posted on 04 Maret 2012  •  Comments (64)  • 

Kota Subulussalam adalah sebuah kota di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2007, pada tanggal 2 Januari 2007. Kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil.

Meski sudah diseminarkan beberapa waktu lalu, namun hari jadi kota Subulussalam  tampaknya masih menimbulkan prokontra. Pasalnya, hari jadi ke-48 yang ditetapkan pada tanggal 14 September 2010, dinilai beberapa kalangan justru telah menghilangkan  sejarah lahirnya Pemerintahan Kota (Pemko) Subulussalam, karena  baru berusia sekitar tiga tahun. 

Salah satunya muncul dari tokoh masyarakat Penanggalan yang nota bene Bupati Aceh Singkil H Makmursyah Putra SH MM yang juga merupakan salah satu penggagas dimekarkannya Subulussalam dari Kabupaten Aceh Singkil. Menurut Makmur, dengan membawa nama hari ulang tahun Subulussalam saja berarti telah meninggalkan beberapa wilayah seperti Kecamatan Penanggalan, Rundeng, Sultan Daulat dan Longkib yang merupakan bagian dari kota Subulussalam. 

"Kalau kita tilik dari sejarah, nama Subulussalam itu kan hanya perubahan  nama dari ibukota Kecamatan Simpang Kiri. Berarti yang berulang tahun ke-48 tentu saja Kecamatan Simpang Kiri. 
Jadi dikemanakan  empat kecamatan lainnya?" tanya Makmur kepada wartawan di kediamannya di Dasan Raja, Penanggalan Senin (13/9). 

Lebih lanjut dijelaskannya, hal itu berbeda dengan kota-kota lainnya seperti Jakarta, Medan dan beberapa kota lain yang telah merayakan hari jadinya hingga beratusratus tahun. Menurutnya, kota-kota tersebut memang dari sejak dulunya telah memiliki wilayah yang ada hingga saat ini. "Benar kota-kota tersebut telah merayakan HUT-nya hingga ratusan tahun. 

Tapi sejak dalu memang itulah wilayahnya. Jadi jangan kita samakan dengan daerah kita. Kalau Subulussalam saja, artinya Penanggalan tidak ikut, kecuali kota Subulussalam, baru semuanya ikut," ujarnya dan mengaku tidak setuju dengan penetapan hari jadi kota Subulussalam ke-48. 

Baca semua